Selamat Datang di Blog Saya

Halo pembaca semua, saya harap Anda menikmati apa yang saya ketik. Mudah-mudahan informasi tersebut berguna dan bermanfaat bagi Anda pembaca semuanya.

Salam Kenal ☜☠☞
Tampilkan postingan dengan label Digital Cinema. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Digital Cinema. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Oktober 2017

Implikasi dan Dampak Digital Cinema

Sebelum teknologi digital muncul dalam pembuatan sinema, sinema harus dibuat dengan pita seluloid yang harganya amat mahal. Pita seluloid 35 mm satu rollnya berharga empat juta dan hanya mampu merekam sepanjang empat menit. Berarti untuk membuat sinema berdurasi 100 menit dibutuhkan dana sekitar 25 juta rupiah. Itu hanya untuk merekam gambar dan belum untuk mengedit dan memperbanyak gambar. Pada sinema seluloid, sinema harus melalui proses printing dan blow up yang bisa menghabiskan dana minimal 233 juta rupiah. Sedangkan biaya untuk membuat kopi sinema adalah 10 juta rupiah. Padahal untuk diputar di bioskop di seluruh Indonesia, sebuah sinema minimal harus memiliki 25 kopi. Artinya produser harus menyediakan dana 250 juta rupiah.

Gambaran umum tentang Digital Cinema

Dengan menggunakan teknologi digital, biaya pembuatan sinema menjadi amat murah. Sinema digital dapat dibuat dengan menggunakan kamera Betacam SP yang kasetnya berharga 110 ribu rupiah dengan kemampuan merekam hingga 30 menit. Sinema digital juga bisa dibuat dengan Digital Video atau Digital Beta yang lebih murah lagi. Dengan biaya 400 ribu rupiah, digital video mampu merekam gambar hingga 180 menit. Dibandingkan dengan sinema seluloid, pembuatan sinema dengan teknologi digital bisa menekan biaya hingga 500 juta rupiah. Karena sinema digital tidak perlu melalui proses printing atau blow up. Dengan menggunakan sinema digital, hanya diperlukan biaya untuk proses encoding sebesar 5 juta rupiah. Oleh karena itu, bagi para produser, sinema digital merupakan teknologi yang sangat murah. Teknologi ini dapat dijadikan alternatif untuk para pembuat film yang ingin berkarya dengan biaya seminim mungkin.

Penggunaan teknologi Digital Cinema didalam suatu perfilman mulai banyak digunakan seiring dengan berjalannya waktu karna digital cinema digunakan untuk membuat efek - efek pada sebuah film menjadi kenyataan begitupula dengan film film yang diluar nalar manusia ( seperti interaksi manusia dengan spesies lain, manusia dengan robot, dsb). Digital Cinema mempunyai berbagai jenis seperti 2D yang menggunakan layar datar dengan tampilan yang sederhana, kemudian seiring berjalannya waktu, muncul 3D dengan peningkatan kualitas dan adanya penggunaan kacamata 3D yang membuat isi film seolah - olah keluar dari layar.

Perkembangan animasi 3D pun memunculkan animasi 4D dengan penambahan fitur dan efek yang lebih nyata dan hanya ada pada bioskop - bioskop tertentu saja. Implikasi digital cinema di dalam masyarakat cukup memuaskan, antusias masyarakat yang ingin menyaksikan secara langsung film tersebut pun membuat beberapa promotor film berlomba lomba untuk membuat film dengan efek yang menarik.
Beberapa dampak yang diberikan oleh digital cinema diantaranya :

Dampak Positif dari Digital Cinema :
  • Digital Cinema cukup diterima dikalangan masyarakat dan menjadi populer karna masyarakat tertarik untuk melihat tayangan yang lain daripada biasanya.
  • Penggunaan digital cinema dalam suatu industri film dapat memangkas pembuatan biaya film sehingga menjadi lebih murah namun tetap mengutamakan kualiatas film tersebut.
  • Digital Cinema dapat diapliaksikan oleh siapa saja, sehingga orang awam pun dapat membuat animasi yang mereka inginkan dengan menggunakan software yang tersedia sehingga menambah ilmu pengetahuan.
  • Menciptakan banyak lapangan pekerjaan bagi mereka yang telah terbiasa menggunakan software digital cinema maupun ahli dalam merancang suatu design.

Dampak Negatif dari Digital Cinema:
  • Banyak anak kecil yang seharusnya tidak diperbolehkan untuk menonton film yang tidak sesuai dengan umur mereka karna pengetahuan yang masih minim.
  • Pemborosan yang dapat terjadi jika menonton film - film yang setiap bulan dirilis pada suatu bioskop.
  • Adanya pembajakan terhadap film yang seharusnya tidak diperbolehkan karna melanggar undang-undang hak cipta.

Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Sinema_digital
http://galabambu.blogspot.co.id/2016/11/implikasi-dan-dampak-digital-cinema-di.html

Sabtu, 28 Oktober 2017

Aplikasi Digital Cinema Berbasis Desktop : Light Wave 3D

Pembuatan digital cinema pada suatu film maupun animasi membutuhkan tenaga yang berpengalaman agar film maupun animasi yang dihasilkan menjadi menarik perhatian masyarakat. Selain tenaga berpengalaman, pembuatan digital cinema pun diperlukan sebuah program yang mendukung, salah satu program untuk membuat digital cinema berbasis desktop adalah LightWave 3D.

Logo Light Wave 3D

LightWave
 (LightWave 3D) adalah sebuah program grafik komputer untuk pemodelan 3D, rendering, dan animasi. Meskipun program ini berasal dari Commodore Amiga, dia telah diport untuk mendukung Mac OS X, Windows, dan mesin rendernya telah diport ke platformLinux. Lightwave telah sejak lama dikenal karena kemampuan rendering yang bagus dan interface yang tidak biasa (misalnya, icon tidak digunakan; dan fungsi diberikan judul deskriptif).
Seperti banyak paket 3D lainnya Lightwave juga terdiri dari dua bagian, lingkungan pemodelan objek di mana model 3d atau "meshes" diciptakan dan lingkungan animasi di mana model diatur dan dianimasikan untuk render. Tidak seperti kebanyakan paket lainnya dua bagian ini adalah sebuah program yang terpisah. Ada juga aplkasi render yang terpisah yang dapat dijalankan di banyak mesin. LightWave merupakan aplikasi multi-threaded dan dapat menggunakan sebanyak 8 prosesor dalam mesin yang sama pada waktu yang sama ketika merender gambar.
Programer dapat mengembangkan kemampuan LightWave dengan menggunakan SDK yang telah termasuk dan juga menggunakan bahasa "scripting" khusus disebut LScript. SDK ini berdasarkan bahasa C dan hampir semuanya dapat diciptakan, dari sebuah shader sendiri sampai ke pengekspor format pandangan yang berbeda. LightWave juga termasuk selusin plugin gratis dan banyak lagi lainnya yang dapat diperoleh dari beberapa pengembang yang berbeda di seluruh dunia.

 Berikut ini adalah gambaran dari Light Wave 3D dalam membuat suatu objek :

Pembuatan suatu kota secara detail dengan Light Wave 3D

Penggambaran suatu objek dengan menggunbakan Light Wave 3D

Pembuatan objek mobil dan simulasi penggunaannya

LightWave 3D menggabungkan penyaji mutakhir dengan pemodelan intuitif dan alat animasi yang hebat. Alat yang mungkin memerlukan biaya tambahan untuk aplikasi 3D profesional lainnya adalah bagian dari paket produk, termasuk 999 node penyeberangan cross-platform gratis, dukungan untuk sistem operasi Windows dan Mac UB 64 dan 32-bit, dukungan teknis gratis dan lainnya. LightWave dinikmati di seluruh dunia, sebagai solusi produksi 3D yang lengkap untuk efek visual film dan televisi, desain siaran, grafis cetak, visualisasi, pengembangan game, dan Web.
LightWave cocok digunakan untuk  jaringan pipa multi-perangkat lunak besar dengan alat pertukarannya yang kuat termasuk FBX, ZBrush GoZ, Collada, Unity Game Engine Support, dan Autodesk Geometry Cache. Tidak seperti paket perangkat lunak lainnya, LightWave menawarkan kepada para seniman dan studio sebuah solusi end-to-end yang lengkap. Pemodelan permukaan poligon dan subdivisi yang kuat, unik, tekstur berlapis dan nodal yang saling dipertukarkan, bersama dengan shader bahan simpul berdedikasi tinggi. Alat animasi dan rigging yang hebat. Sistem efek volumetrik dan dinamis yang menimbulkan efek mata.

Beberapa fitur dari LightWave 3D :
  • Fur dan Hair dengan Sasquatch lite.
  • Soft Body simulation.
  • Hard Body simulation.
  • Non Linear Animation.
  • Built in Radiosity dan caustics.
  • Unlimited render node dengan kualitas renderer salah satu terbaik di dunia.
Kelebihan software LightWave 3D diantaranya memiliki dua software, jenis modeler untuk pembuatan modelling dan jenis layout untuk rendering maupun pembuatan animasi sehingga pengguna dapat memilih jenis mana yang ingin digunakan. Lightwave juga memiliki sistem skematik yang digunakan untuk membuat sketsa dan pengorganisasian sehingga mempermudah proses animasi, dan memiliki integrasi dengan Unity. Sementara itu kekurangan dari program LightWave adalah tidak memiliki fasilitas snapshoot UV sehingga untuk pengambilan gambar harus dilakukan manual, adanya kesulitan dalam pembuatan UV-Map dan pada jenis modeler, tidak memiliki anak panah pivot sehingga mempersulit dalam pengeditan model.


Referensi
https://www.lightwave3d.com/overview/
https://id.wikipedia.org/wiki/LightWave
http://adityaakbr.blogspot.co.id/2015/01/mengenal-lebih-dekat-dengan-software.html

Minggu, 08 Oktober 2017

Pembuatan Digital Cinema Dengan Cinema 4D

Penggunaan efek maupun penambahan animasi 3 dimensi pada suatu film dapat membuat film tersebut menjadi spesial, hal ini dikarenakan penonton dapat melihat penggunaan animasi yang beradu akting dengan manusia. Penggunaan animasi dalam suatu film membutuhkan suatu program untuk membentuk animasi tersebut, salah satunya adalah Cinema 4D


Logo dari Cinema 4D

Cinema 4D adalah pemodelan 3D, animasi, grafis gerak dan aplikasi rendering yang dikembangkan oleh MAXON Computer GmbH di Jerman. Hal ini mampu membuat pemodelan prosedural dan poligonal, animasi, pencahayaan, tekstur, rendering, dan fitur umum yang ditemukan dalam aplikasi pemodelan 3D. 

Beberapa fitur yang disediakan didalam Cinema 4D
A. Pada Modeling
    • Polygonal Modeling
Ø      Knife Tool
Ø      Polygon Pen
·         Parametic Modeling
Ø      Modeling with MoGraph
Ø      Modeling with Deformers
Ø      Modeling with Splines
·         Sculpting
Ø      Organize in Layers
Ø      Flexible Tools
Ø      Mirror and Masking
Ø      Base Meshes
Ø      Mesh Projection
Ø      Unsubdivide
Ø      Baking 

B. Pada Texturing
    • Material / Shaders
Ø      Reflectance channel
Ø      Flexible Shaders
Ø      Infinite possibilities
·         3D Painting
Ø      BodyPaint 3D
Ø      Projection Man
Ø      Modeling with Splines

C. Pada Animation
    • Overview
Ø      Timeline
Ø      Flexible User Interface
Ø      Procedural Animation
·         Character Animation
Ø      Advanced Character Animation
Ø      Interaction Tag
Ø      Pose Morph
·         MoGraph
Ø      Cloner
Ø      Voronoi Fracturing
Ø      Dynamics
    • Simulation
Ø      Dynamics
Ø      Additional Tools
Ø      Cloth Simulation
Ø      Thinking Particles

D. Pada Rendering
    • Overview
Ø      Physical Renderer
Ø      External Renderer
Ø      Sketch and Toon
Ø      Stereoscopic Rendering
Ø      Team Render
·         Lightning
Ø      IES Lights
Ø      Physical Sky
Ø      Modeling with Splines 

E. Pada General Workflow
    • Content Browser
Ø      Materials
Ø      Substance Engine Integration
Ø      Objects
·         Take System
Ø      Render Layers
Ø      Material Replacement
Ø      Change Camera Angles
Ø      Animation Variations
·         Trackings
Ø      Camera Tracking
Ø      Object Tracking
Ø      Camera Calibrator

Kelebihan program Cinema 4D adalah  motion tracking (memungkinkan untuk para pengguna mengatur posisi model yang diinginkan dalam sebuah footage atau video yang diambil sebelumnya atau menambahkan object baru didalam video tersebut), adanya expression atau simulasi/simulation tags (tools untuk mensimulasikan sebuah object seperti rambut, pakaian, angin, api, udara, air, dll yang bisa digunakan dengan mudah), terdapat banyak plugin yang tersedia untuk memaksimalkan kinerja dari software ini seperti untuk me-Render, Simulation Tags, dll, serta bisa mentransfer file ke software lain seperti ke Adobe After Effects untuk menciptakan kesan yang lebih realistik pada pengeditan di after effects.

Sementara itu kekurangan dari program Cinema 4D adalah merupakan software berlisensi (tidak open source seperti blender) dengan harga yang cukup mahal, tutorial penggunaan Cinema 4D sulit ditemukan.  Kekurangan dari Cinema 4D dibandingkan 3D Max atau Maya adalah pada char animationnya. Pada v11 mulai ada feature non linear animation. Untuk setup animasi Max jauh lebih unggul dan cepat. Masalah render pada Cinema 4D default rendernya lebih bagus daripada default render Max. Tapi bila Max memakai Plugin seperti Brazil, Vray, MentalRay(included) Hasil nya Max lebih cepat dan lebih halus. Kisaran harga Cinema 4D kurang lebih sama dengan Max (original).

Berikut ini adalah gambaran dari Cinema 4D dalam membuat suatu objek :

Pembuatan animasi kapal terbang pada Cinema 4D

Pembuatan animasi ruang makan pada Cinema 4D

Pembuatan animasi rantai sepede pada Cinema 4D

Pembuatan animasi istana pada Cinema 4D

Sistem yang direkomendasikan untuk menjalankan program Cinema 4D adalah
  • OS: Windows 7 SP1 64 bit /8/10, MacOs 10.11.6 / 10.12.4
  • CPU : Intel Core i5 @ 2.3 Ghz Processor atau AMD A10 @ 2.4 Ghz Processor dengan dukungan teknologi SSE3
  • Ram: 4 GB (Direkomendasikan 8 GB)
  • Graphics: Kartu grafis NVIDIA atau AMD dengan kapasitas memory 4 GB GPU rendering, dengan dukungan OpenCL 1.2 atau versi diatasnya
  • Storage : Kapasitas sebesar 7GB
  • Port USB
  • Mouse dan Keyboard

Referensi :
https://en.wikipedia.org/wiki/Cinema_4D
https://www.maxon.net/en-us/products/cinema-4d/overview/
dioid.blogspot.co.id/2015/08/maxon-animasi-ini-bioskop-maxon-daftar.html

Efek Suara Pada Digital Cinema Dengan Dolby Surround 7.1

Dalam menonton suatu film di bioskop, biasanya kita akan disuguhkan dengan fantasi dari film tersebut, dimana film tersebut menampilkan gambar maupun efek yang luar biasa. Penggunaan efek didalam suatu film dapat membuat nilai tambah didalam film tersebut, apalagi penggunaan efek suara yang membuat film itu menjadi lebih hidup. Dalam penggunaan efek suara dalam industri perfilman, beberapa industri menggunakan efek suara yang sudah banyak dikenal, yaitu Dolby Surround 7.1

Tampilan awal Dolby Surround 7.1 pada sebuah bioskop




Dolby Surround 7.1 adalah sistem suara yang dibentuk oleh Dolby Laboratories yang menghadirkan suara theater 7.1 surround kepada para penonton film yang merupakan penambahan dua saluran baru dari Dolby Digital versi 5.1. Film pertama yang menampilkan penggunaan dari Dolby Surround 7.1 adalah Toy Story 3 pada tahun 2010 oleh Disney dan Pixar. Ada 6.000 lokasi yang menggunakan Dolby Surround 7.1 di seluruh dunia mulai Februari 2015. Sampai dengan bulan September 2017, hampir semua film besar diterbitkan dengan penggunaan Dolby Surround 7.1. Sementara pada bioskop 3D di beberapa negara terpilih, Dolby Surround 7.1 adalah format audio baru untuk bioskop yang telah didukung oleh Processors Digital Cinema pada Dolby CP650 dan Dolby CP750.

Singkatan dari nama saluran pada Dolby Surround 7.1

Konfigurasi saluran cinema dengan penggunaan Dolby Surround 7.1 dengan penambahan dua saluran diskrit baru pada teater, yaitu : Back Surround Left (Bsl) yang merupakan konfigurasi suara pada bagian kiri dan Back Surround Right (Bsr) yang merupakan konfigurasi suara pada bagian kanan seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah. Penggunaan saluran surround tambahan ini memberikan fleksibilitas penempatan audio yang lebih besar untuk disesuaikan dengan visual 3D yang digunakan pada teater, dan juga dapat meningkatkan definisi surround dengan konten 2D. 

Penggunaan Dolby Surround 7.1 pada sebuah bioskop

Bioskop yang dikoneksikan untuk Dolby Digital Surround EX ™ akan memiliki kabel dan amplifikasi yang sesuai untuk saluran ini sehingga mereka yang tidak dilengkapi kabel perlu memasang saluran penguat tambahan dan penambahan kabel berjalan seperlunya untuk memungkinkan saluran diskrit ini. Saluran Bsl dan Bsr dikalibrasi menjadi 82 dB, sama seperti pada instalasi Dolby Digital Surround EX standar. Bila digunakan dalam mode Dolby Surround 7.1, 82 dB menjadi level referensi untuk masing-masing dari keempat saluran surround baik dalam mixing maupun playback. Ringkasan routing surround channel di berbagai format atau mode decode dalam prosesor bioskop ditunjukkan pada gambar dibawah ini. 

Jalur kabel dari saluran Dolby Surround 7.1

Dengan penggunaan Dolby Surround 7.1 pada sebuah film maupun bioskop, akan meningkatkan penggunaan suara yang ditampilkan daripada film tersebut, sehingga suara akan lebih jernih, terdengar menyeluruh, dan efek yang ditampilkan dari film tersebut pun lebih realistis.

Referensi :
https://en.wikipedia.org/wiki/Dolby_Surround_7.1
https://www.dolby.com/us/en/technologies/dolby-surround-7-1.html






Minggu, 01 Oktober 2017

Digital Cinema 4D

Pada film - film animasi yang sudah ada, beberapa diantaranya banyak menggunakan efek maupun animasi untuk menggabungkan antar adegan didalam film. Biasanya penggunaan efek maupun animasi yang digunakan masih menggunakan visual 3 dimensi, namun seiring perkembangan jaman, visual 3 dimensi pun sudah dikembangkan menjadi visual 4 dimensi, dimana dengan visual ini, penonton akan merasakan suatu kejadian lebih nyata dibandingkan visual 3 dimensi.


Gambaran tentang visual 4 dimensi
Pada dasarnya, penggunaan animasi 4 dimensi tidak berbeda jauh dengan animasi 3 dimensi, jika didalam animasi 3 dimensi menggunakan koordinat X, Y, Z, didalam animasi 4 dimensi pun juga menggunakan koordinat X, Y, Z dengan garis yang menembus tiap koordinat dan membuat terlihat seperti nyata. Namun yang membuat animasi 4 dimensi lebih baik daripada animasi 3 dimensi adalah segi efek yang digunakan. Penggunaan efek pada film 4 dimensi lebih realistis dibandingkan dengan animasi 3 dimensi. Misalnya seperti animasi tentang gempa bumi, apabila didalam penggunaannya menggunakan animasi 4 dimensi, maka penonton akan merasakan sensasi, seperti getaran pada bagian bawah atau bagian kursi maupun getaran dari reruntuhan bangunan, dan bila penonton berada di dekat laut, maka penonton akan merasakan sensasi seperti tersiram oleh air laut ataupun merasakan suasana tsunami.


Gambaran umum tentang penggunaan visual 4 dimensi

Untuk menonton animasi 4 dimensi pun tidak dapat dilakukan disembarang bioskop biasa, hal ini dikarenakan animasi 4 dimensi membutuhkan bioskop khusus untuk menimbulkan beberapa efek yang akan timbul dari film animasi 4 dimensi tersebut. Selain di bidang animasi, penggunaan visual 4 dimensi pun sebenernya mulai digunakan dalam dunia kedokteran yang digunakan dalan proses USG, dimana visual 4 dimensi ini digunakan untuk melihat perkembangan janin secara detail sehingga hasil scan pun lebih akurat.

Salah satu contoh pembuatan animasi 4 dimensi 

Perpaduan antara augmented reality dengan visual 4 dimensi, sehingga kartu yang bentuknya datar dapat menampilkan visual yang nyata

Cara kerja animasi 4 dimensi tidak jauh beda dengan animasi 3 dimensi, dimana file yang akan ditampilkan akan dihubungkan dengan 2 server, server pertama yang akan meneruskan pemutaran film ke proyektor dan kemudian akan ditampilkan ke sebuah layar, sementara server kedua akan dikirimkan ke sistem 4 dimensi, dimana sistem tersebut berupa efek yang akan ditimbulkan dari sebuah film seperti getaran, cipratan air, bunyi petir, dsb

Cara kerja visual 4 dimensi

Referensi :
http://destiwahyunii.blogspot.co.id/2015/03/pengertian-animasi-3d-dan-4d.html
http://fadilahachmadsunii.blogspot.co.id/2016/10/digital-cinema-teknologi-4d-4-dimensi.html